Mi’raj al-mukmin (naiknya jiwa seorang mu’min ke hadirat Allah) Pendakian spiritual menuju Allah Audiensi langsung dengan Allah Tujuan Essensial Shalat Tujuan essensial shalat adalah untuk mengingat Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya Aku inilah Allah. Tidak ada Tuhan yang haq selain Aku, maka sembahlah Aku, dan tegakkanlah shalat untuk mengingat-Ku.” Hasil Ingat Kepada Allah 1. Ingat rahmat, kekuasaan, dan adzab-Nya, serta pahala, dosa. 2. Taat perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. 3. Mohon Ridho-Nya dan selamat dari adzab-Nya 4. Sadar dan lebih kenal (ma’rifat) terhadap jati dirinya yang lemah (dha’if). 5. Jauh dari yang keji dan mungkar 6. Luas dan konprehensif wawasan dan cara pandangnya 7. Berkah hidupnya dan lain sebagainya.
Buah lupa Allah “Dan Barang siapa berpaling dari ingat kepada-Ku (juga alQur’an), pastilah akan mendapat kehidupan yang penuh dengan kemelut….” (QS. Toha : 124).
“Maka celakalah (neraka wail-lah) bagi orang-orang yang (sekedar) shalat, yang mereka itu lalai akan shalatnya.” (QS. Al-Ma’un : 4-5). 1. Lupa rahmat, kekuasaan, dan adzab-Nya. 2. Lupa jati dirinya (QS. Al-Hasr : 19). 3. Picik cara pandangnya. 4. Melanggar perintah dan larangan-Nya. 5. Buas, keji, dan brutal perilakunya. 6. Rumit, penuh kemelut dan tidak berkah hidupnya (QS. Toha : 124). 7. Celaka dan di neraka Wail tempatnya (QS. AlMa’un : 4-5). Manfaat Shalat a. Ketenangan dan ketentraman hati “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d : 28).
b. Dibimbing oleh Allah SWT. dalam mengambil keputusan yang benar atas berbagai pilihan.
“…dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah (kuasa) membatasi antara manusia dengan hatinya….” (QS. Al-Anfal : 24).
“Dan Allah yang (kuasa) menyempitkan dan (kuasa) pula untuk melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu kembali.” (QS. Al-Baqarah : 245).
c. Mencegah perbuatan yang keji dan mungkar Buahnya Shalat “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu kitab (alQur’an). Dan tegakkanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan yang keji lagi mungkar ”. Sedang ingat Allah adalah segala-galanya. “Dan Allah itu Maha Mengetahui segala apa yang kamu perbuat.” (QS. Al-Ankabut : 45).
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman yang mereka itu khusyu’ dalam shalat mereka.” (QS. Al-Mu’minun : 1-2).
“Shalat itu adalah sendi utama agama, maka barang siapa yang konsisten menegakkannya tentulah ia telah menegakkan agama. Dan barangsiapa merusaknya, tentulah ia telah menghancurkan agama (tersebut).” (HR. al-Baihaqi)
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Hakekat Shalat "
Post a Comment